Hari ini kita akan membahas sebuah penyakit yang lebih menular dari batuk pilek, lebih bikin meriang dari demam, dan lebih bikin kepala cenat-cenut dari tagihan utang! Ya, betul sekali! "Menyerah pada kepusingan jiwa!" Aha! Siapa di sini yang merasa jiwanya lagi kusut masai kayak benang layangan kena badai? Angkat tangan! Atau paling tidak, angkat alisnya deh! Jangan malu-malu, karena Kamu tidak sendirian.
Tapi, apakah kita harus menyerah begitu saja pada si pusing ini? Kata siapa? Kata tetangga sebelah? Kata dukun palsu? Atau kata bisikan-bisikan halus di telinga yang cuma bikin hati makin ciut? Oh, tidak semudah itu!
Menyerah pada kepusingan jiwa itu sama saja dengan menyerah kalah pada teka-teki yang belum selesai dipecahkan. Padahal, seringkali jawabannya itu sederhana, semudah membalik telapak tangan (ups!).
Begini, pusing itu ibarat tamu tak diundang yang sering nongol tanpa permisi. Kalau kamu sambut dengan muka murung dan hidangan keluh kesah, ya dia betah. Malah ngajak teman-temannya si galau, si resah, dan si minder. Tapi kalau kamu sambut dengan senyum, dengan secangkir kopi, dan sedikit candaan, dia pasti bingung. Lama-lama minggat sendiri karena merasa tak cocok dengan suasana hati yang ceria!
Jadi, kuncinya bukan menyerah, tetapi "menerima dengan sedikit senyum mengejek"! Anggap saja pusing itu tantangan dari Yang Maha Kuasa, sebuah teka-teki yang harus kamu pecahkan dengan akal dan sedikit kelicikan.
Maka dari itu, mulai sekarang, ketika kepusingan jiwa itu datang mengetuk pintu hati, jangan langsung buka pintu dengan wajah lesu! Tarik napas dalam-dalam, hembuskan perlahan, lalu katakan pada dirimu: "Halah, pusing doang! Aku ini keturunan orang terhebat, mana mungkin bisa dikalahkan oleh perasaan semacam ini!"
Dan ingat, kadang obat pusing yang paling mujarab itu bukan pil, bukan ramuan, tapi justru tertawa! Tertawa pada diri sendiri, tertawa pada situasi, bahkan tertawa pada si pusing itu sendiri. Bukankah lebih baik tertawa daripada menangis? Kalau menangis, Kamu cuma dapat mata sembab dan ingus meler. Kalau tertawa, Kamu dapat hati yang lapang, jiwa yang ringan, dan mungkin ide-ide gila yang bisa menyelesaikan masalahmu!
Jadi, mari kita bersama-sama katakan: "Selamat tinggal, kepusingan jiwa! Aku dan kamu tidak akan menyerah begitu saja!" Semoga bermanfaat, dan jangan lupa, tetaplah pusing, tetapi jangan sampai menyerah!

No comments:
Post a Comment