Bermain Dengan Fakta dan Perspektif
Bayangkan jika fakta itu sendiri adalah makhluk hidup, atau setidaknya, sebuah entitas yang bisa kita ajak bermain-main.
Ini mirip dengan cara kita "menyajikan" fakta. Terkadang, kita memilih kata-kata tertentu, menonjolkan satu aspek, atau bahkan menyembunyikan detail kecil untuk membuat cerita lebih "enak didengar" atau lebih "mudah dicerna." Apakah itu memalsukan? Atau hanya sebuah bentuk seni presentasi?
Dalam kedua kasus, fakta dasar (kucing mengejar tikus) tetap sama. Yang berubah adalah "narasi" di sekitarnya, bumbu-bumbu yang kita tambahkan untuk membuatnya lebih dramatis atau menghibur.
Pakaian ini bisa jadi jubah keagungan yang menyembunyikan kelemahan, atau mungkin pakaian kotor yang membuat sesuatu terlihat lebih buruk dari yang sebenarnya.



