MASIH ADAKAH TEMPAT UNTUK YANG LAINNYA?
Aku sedang berbicara di
tengah-tengah mereka yang menangis sedemikian rupa. Tidaklah penting apa yang
dirasa, karena yang terpenting adalah semua manusia mengakui keesaan Tuhan Sang
Maha Pencipta, Maha Pemberi Rezeki, dan Maha Pengatur segalanya.
Segala sesuatu akan
kembali kepada-Nya, siksaan dan ampunan juga berasal dari-Nya. Meskipun kita
mempunyai jalan yang berbeda-beda, namun tujuannya tetaplah satu yang sama
Setiap hati memiliki
hubungan, kerinduan, dan kecintaan yang mendalam kepada Kekasihnya, dan di sini
tidak ada ruang untuk menaruh ramainya perbedaan. Jika semua sudah sampai di titik
puncak keyakinan, maka berbagai pertentangan hanya akan terjadi di jalanan.
Semua manusia, jauh di
lubuk hati mereka yang terdalam sangat mencintai Tuhannya dan akan selalu mencari-Nya.
Mereka mengerti bahwa tidak ada siapapun lagi yang mampu membantu urusan-urusan
mereka. Maka berusahalah menjadi hamba yang terlibat dalam permainan cinta
Kekasihnya.
Kita hanya bisa
menghukumi yang tampak, dan hanya Tuhan yang menguasai hak dan yang batin. Ketika
suatu keyakinan sudah diekspresikan dengan kata-kata, barulah kita bisa saling menghukumi
yang mungkin benar atau mungkin menjadi kesalahan. Renungkanlah betapa hebatnya
Tuhan yang mencipta segala sesuatu tanpa ada berbekas.
Sesungguhnya Tuhan
membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya, bahwa
sesungguhnya kamu pasti akan memasuki suatu tempat Insya Allah dalam keadaan yang
aman. Mereka yang mengatakan Insya Allah adalah para pecinta Tuhan, sebab
seorang pecinta tidak akan memandang bahwa dirinyalah mampu dan terpilih,
melainkan hanyalah kekasihnya. Jika Allah menghendaki, kita semua akan sampai
kepada-Nya dan diberi kehormatan untuk melihat-Nya.
Tidak ada tempat untuk
selain diri-Nya, Masih adakah tempat untuk yang lainnya? Mimpi yang dititipkan Tuhan
kepada utusannya sesungguhnya adalah mimpi-mimpi para pecinta-Nya sementara
tafsir yang sesungguhnya berada di dunia yang lain di sana. Karena dunia adalah
mimpi bagi orang yang sedang tidur
Jiwa manusia dipenuhi
oleh berbagai keraguan dan kesulitan. Seseorang tidak akan bisa menghilangkannya
kecuali jika ia sudah benar-benar jatuh cinta. Jika cinta sudah merasuki jiwa,
maka keraguan dan kesulitan akan sirna dengan sendirinya. Karena Cintamu kepada
sesuatu akan membuta dan membuatmu tuli. Maka bicaralah pada setiap orang
sesuai dengan kadar kemampuan otak mereka. Sesungguhnya Tuhan lebih mulia atas
segalanya.


