Bagaimana sih cara mendekap rasa kasih, angan-angan, dan harapan? Berat ya kedengarannya?
"Dikisahkan, suatu ketika, Ismail sedang duduk termenung di bawah pohon kurma, seolah sedang memikirkan masalah negara. Padahal, mungkin dia cuma mikirin cara mencuri mangga tetangga tanpa ketahuan. Lalu datanglah seorang pemuda dengan wajah sendu, 'Wahai Syekh yang bijaksana,' katanya, 'Bagaimana caranya aku bisa mendekap rasa kasih, angan-angan, dan harapan? Aku merasa semua itu begitu jauh dan sulit kugapai.'
Ismail melirik pemuda itu, lalu menyeruput kopi kurmanya yang sudah dingin. 'Nak,' katanya, 'Kamu ini seperti orang yang ingin menangkap angin di padang pasir. Semakin kamu kejar, semakin dia lari. Semakin kamu genggam, semakin dia lolos dari jemarimu.'
'Kasih itu seperti kucing liar,' lanjut Ismail. 'Kalau kamu terlalu memaksanya untuk datang, dia akan lari terbirit-birit. Tetapi kalau kamu memberinya sedikit ikan, lalu kamu berpura-pura tidak peduli, dia akan datang sendiri menggesek-gesek kakimu sambil mengeong manja.'
'Dan angan-angan, Nak,' Ismail melanjutkan sambil menunjuk ke langit. 'Angan-angan itu seperti awan. Biarkan saja dia melayang, berubah bentuk sesuka hatinya. Jangan coba kamu tangkap dan masukkan ke dalam botol, nanti dia malah lenyap. Nikmati saja keindahannya dari jauh. Siapa tahu, suatu saat nanti, dia akan menurunkan hujan rezeki di halaman rumahmu.'
'Sedangkan harapan,' kata Ismail sambil memungut sebutir kurma yang jatuh. 'Harapan itu seperti biji kurma ini. Kamu tanam dia, siram secukupnya, dan biarkan alam yang bekerja. Jangan setiap hari kamu gali-gali tanahnya untuk melihat apakah sudah tumbuh akar. Nanti malah mati kekeringan sebelum sempat berbuah.'
'Jadi, Nak,' pungkas Ismail, 'Untuk mendekap rasa kasih, angan-angan, dan harapan, kuncinya satu: jangan terlalu keras mendekapnya! Biarkan mereka bernapas, biarkan mereka punya ruang. Kalau kamu terlalu erat, mereka malah sesak dan kabur. Berikan ruang, beri kebebasan, dan mereka akan datang sendiri, merangkulmu dengan kehangatan.'
"Dalam hidup ini, terkadang kita perlu sedikit... santai! Jangan terlalu tegang mengejar sesuatu, nanti malah kelelahan sendiri. Semoga bisa membuat harimu lebih ceria dan penuh inspirasi. Terima kasih"

No comments:
Post a Comment