Monday, October 27, 2025

Malu Mengakui Ketidaktahuan

Pernahkah kalian merasa... ehem, 'kurang tercerahkan' saat sebuah pertanyaan dilontarkan? Sebuah pertanyaan yang membuat dahi berkerut, mata melirik ke sana kemari, dan lidah kelu tak mampu berucap? Tenang, ya! Kamu tidak sendiri! Ini adalah kisah universal yang bahkan sangat jenius.


Dengarkan baik-baik, wahai para pencari ilmu dan tawa! Konon, di suatu pagi yang cerah, ada Raja yang sedang berbincang dengan para penasihatnya. Tiba-tiba, sebuah pertanyaan filosofis nan rumit terlontar dari bibir sang Raja. Para penasihat saling pandang, mencoba merangkai kata, namun tak ada satu pun yang berani mengakui ketidaktahuan mereka. Mereka takut, takut dicap bodoh, takut kehilangan muka di hadapan Raja.

Nah, di sinilah Ismail, dengan senyum simpulnya yang penuh misteri, ikut hadir dalam pertemuan itu. Ia mengamati gelagat para penasihat yang gugup, keringat dingin mulai membasahi pelipis mereka. Apa yang akan terjadi jika mereka terus berpura-pura tahu? Apa risikonya jika mereka tetap memaksakan diri menjawab dengan jawaban yang tidak mereka pahami?

Ismail tahu betul. Jika seseorang malu mengakui ketidaktahuan, maka ia akan terjebak dalam lingkaran kebohongan. Satu kebohongan akan menuntut kebohongan lain, seperti benang kusut yang tak berujung. Alih-alih mendapatkan pujian, mereka justru akan terlihat konyol dan tidak tulus. Ilmu yang didapat pun hanyalah ilmu kosong, tanpa bobot dan makna.

Orang yang malu mengakui ketidaktahuan itu seperti orang yang ingin melompati parit, tetapi kakinya masih di tempat! Bukannya sampai di seberang, malah jatuh ke dalam parit kebodohan!"

Jadi, apa pelajaran berharga dari ini semua? Jangan pernah ragu untuk berkata, "Maafkan hamba, Paduka Raja, hamba belum tahu." Atau, "Wahai guruku, bisakah Anda menjelaskan kembali?" Mengakui ketidaktahuan bukanlah tanda kelemahan, melainkan gerbang menuju kebijaksanaan yang sejati! Bukankah lebih baik bertanya dan tampak bodoh lima menit, daripada tidak bertanya dan bodoh selamanya?

Terkadang pura-pura bodoh untuk mencari tahu, dan kadang jujur mengakui ketidaktahuan untuk belajar lebih banyak lagi. Karena sesungguhnya, dunia ini adalah sekolah, dan setiap pertanyaan adalah kunci pembuka ilmu.

No comments:

Post a Comment