Pernahkah telinga Kamu pengang karena seseorang yang bersikeras paling benar, suaranya menggelegar bak halilintar di siang bolong? Atau, jangan-jangan Kamu sendiri pernah jadi salah satunya? Nah, mari kita dengarkan bisikan hikmah dari cerita hari ini.
Begini, konon suatu hari, Penny sedang duduk santai di warung kopi, menikmati secangkir teh panas dan mendengarkan perdebatan sengit. Dua orang bertengkar habis-habisan soal, ehm, entah apa, tapi yang jelas, salah satunya berteriak lebih kencang dari pedagang asongan di pasar! "Aku benar! Aku benar!" teriaknya sambil menunjuk-nunjuk.
Penny hanya tersenyum simpul, menyeruput tehnya, dan bergumam, "Wahai kawan, jika kebenaran itu ditentukan oleh kerasnya teriakan, maka setiap keledai di desa ini pasti sudah menjadi hakim agung!"
Bukankah ini sebuah gambaran yang menggelitik? Coba bayangkan, jika kebenaran bisa dibeli dengan volume suara, maka perpustakaan tidak perlu lagi diisi buku, cukup dengan megafon raksasa!
Kebenaran, itu seperti mutiara. 💎 Dia tidak perlu berteriak untuk menunjukkan kemilaunya. Dia tidak perlu berdebat untuk membuktikan nilainya. Mutiara akan tetap menjadi mutiara, meskipun tersembunyi di dasar laut yang sunyi.
Lalu, apa yang membuat mutiara itu berharga? Bukan karena ia berteriak "Aku mutiara paling cantik!", melainkan karena kilau dan esensinya yang murni. Begitu pula dengan kebenaran. Ia memiliki bobotnya sendiri, kekuatannya sendiri, dan ia akan bersinar pada waktunya, meskipun diucapkan dengan bisikan lembut, atau bahkan tanpa kata.
Jadi, mulai hari ini, mari kita berhenti berlomba adu teriak dalam mencari kebenaran. Dengarkan dengan saksama: Terkadang, kebenaran itu bersembunyi di antara jeda kalimat, bukan di antara gertakan suara. Jangan mudah terbuai oleh gemuruh retorika. Pikirkan, telaah, dan rasakan. Jika Kamu merasa memegang kebenaran, sampaikanlah dengan kepala dingin dan hati yang lapang. Biarkan esensi kebenaran itu sendiri yang berbicara. Mari kita menjadi manusia yang cerdas, bukan manusia yang bising.

No comments:
Post a Comment