"Pernahkah terpikir olehmu, mengapa kita harus 'mencicil sikap baik'?
Apakah kebaikan itu barang mewah yang harus dibeli dengan angsuran? Hahaha! Ini bukan kisah kartu kredit, Saudaraku, ini kisah tentang kebaikan yang seringkali kamu tunda, seolah-olah ada diskon akhir tahun untuk pahala! Penny pernah berpikir, 'Apakah Tuhan akan memberi bunga pinjaman jika aku mencicil kebaikan?' Tentu saja tidak! Tapi, mari kita dengarkan pandangannya yang selalu berhasil membuat kita berpikir sambil tertawa!"
"Bayangkan ini! Suatu hari, Penny sedang duduk termenung di warung kopi, melihat seorang pedagang buah yang sedang menghitung untung-rugi. 'Wahai Pedagang,' kata Penny, 'mengapa kau begitu serius? Apakah kau sedang mencicil kebahagiaan?' Pedagang itu mengerutkan kening. 'Tidak, Tuan Penny, saya sedang menghitung laba.' Penny tersenyum tipis, 'Laba itu penting, memang. Tapi coba pikirkan, jika kita mencicil kebaikan, sehari sebutir senyum, seminggu sekali membantu tetangga, sebulan sekali bersedekah secukupnya. Bukankah itu akan terkumpul menjadi gunung pahala yang tak terhingga? Mengapa harus menunggu jadi orang kaya baru berbuat baik? Apakah kebaikan itu hanya milik sultan?'"
"Jika kita mencicil kebaikan, bukan berarti kita pelit. Justru, itu artinya kita konsisten! Seperti halnya menabung uang, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Kebaikan pun begitu! Satu ucapan terima kasih yang tulus, satu bantuan kecil yang ikhlas, satu senyum yang menghangatkan hati. Itu semua adalah 'cicilan' kebaikan yang akan memperkaya jiwa, tanpa perlu membayar bunga! Bahkan, Tuhan akan memberi bonus, yaitu ketenangan hati dan kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Siapa yang tidak menginginkan itu, coba?'"
"Jadi, wahai para manusia yang cerdas dan berhati mulia! Jangan tunda lagi! Mulailah 'mencicil' kebaikanmu hari ini juga! Tidak perlu menunggu menjadi pahlawan super, tidak perlu menunggu menjadi jutawan. Cukup dengan tindakan kecil, sesederhana senyuman kepada orang di sebelahmu sekarang. Bukankah ada yang pernah berkata, 'Terkadang, kebaikan terbesar justru datang dari hal-hal terkecil yang di lakukan dengan hati yang besar'?
Mari kita tunjukkan bahwa kebaikan itu bisa datang dari siapa saja, kapan saja, dan dalam bentuk apa saja! Mari 'mencicil' kebaikan, dan saksikanlah bagaimana hidupmu menjadi lebih berwarna, lebih bermakna, dan tentu saja, lebih penuh tawa!
"Itulah dia, secuil kebijaksanaan. Semoga menginspirasi untuk selalu berbuat baik, Terima Kasih!"

No comments:
Post a Comment