Friday, March 11, 2022

KEJUTAN

March 11, 2022 0


Kita mewarisi pemahaman yang kacau dan kehilangan janji besar serta kepercayaan diri di masa depan. Sangat mudah untuk melupakan sejarah yang sangat panjang dengan terus ditumpuki banyak keyakinan dalam ketidakpastian.

Mungkin kita harus melepaskan harapan bahwa kita sebenarnya tahu apa yang akan terjadi kedepan, bahwa periode depan akan hampir sama dengan periode belakangan. 

Apa yang telah diajarkan sejarah kepada kita berulang kali memberi kejutan. Peristiwa-peristiwa yang bukan hanya tak terduga tetapi hampir tak terbayangkan. Hal yang mengerikan juga datang tanpa peringatan dan seringkali peristiwa besar datang tanpa bisa diperkirakan. 

Dunia yang kita tinggali ini benar-benar tidak terduga dan tidak terbayangkan. Dunia mengakui apa yang telah lama diteriakkan, bahwa bahan bakar fosil tidak dapat dipisahkan dari korupsi dan kekerasan. Sehingga keinginan rakyat tidak dapat diratakan dengan pemboman. Hati dan pikiran tidak pernah dimenangkan dengan cara membuat kerusakan.

Kita mungkin tidak dapat membuat perubahan, tetapi kita perlu memiliki keyakinan bahwa kejutan dan ketidakpastian akan menjadi prinsip jika orang-orang ingin memiliki sebuah keyakinan.

Sadarilah bahwa dalam ketidakpastian ada ruang untuk mencoba membentuk masa depan yang akan ditentukan oleh apa yang sekarang kita lakukan.

Tidak masuk akal untuk memprediksi bahwa kita dapat mengusai zaman, tetapi tidak bijaksana juga mengatakan bahwa itu tidak mungkin kejadian.

Hanya tindakan yang mungkin dapat kita wujudkan bersama lentera kecil yang menemani perjalanan. Dunia yang akan datang adalah sesuatu yang dapat kita upayakan tetapi bukan sesuatu yang dapat kita ramalkan.

Read more...

Sunday, March 6, 2022

KEWARASAN TERAKHIR

March 06, 2022 0


Pergerakan manusia mulai sangat cepat diakhir periode ini, tetapi tidak dibersamai dengan alamnya. Ketika alam sedang dalam pengkondisian untuk menyeimbangkan, kalang kabutlah semua rencana dan hancurlah semua.

Pemandangan yang dulu menyenangkan berubah menjadi jutaan kertas pembayaran. Menjadi lahan pelengkap yang berbahagia penuh dengan iming-iming tawaran pekerjaan.

Mungkin gelombang kepekaan manusia yang hidup berdampingan harus segera diaktifkan untuk membayar ongkos besar nyawa-nyawa yang hilang beralaskan kepentingan.

Dalam 2 lembar terakhir buku periode berkuasa, kita diajarkan untuk tidak setia dengan sebuah rencana sehingga menimbulkan aneka macam apa yang disebut sebagai malapetaka.

Memutuskan persoalan beberapa saat kemudian direvisi ataupun dibatalkan. Mereka selalu mempermainkan perasaan manusia yang sedang dalam himpitan rasa putus asa, yang tak bisa membedakan citra dengan kinerja. Semuanya terlihat mulus jalannya, padahal berlangsung dalam kekacauan yang tidaklah sederhana.

Bisakah kita secara permanen keluar dari hutan belantara yang kering persaudaraan yang dipicu oleh kontroversial yang sebenarnya tidak istimewa? 

Jika versi esok hari adalah isu rutin yang terus diuji untuk menutupi kosongnya kesejahteraan dengan cara menakut-nakuti, Apakah kita harus mati dalam kondisi yang fiksi?

Kondisi dimana kenyataan dipalsukan dengan keberpihakan kepada harapan dan kebijakan tanpa sumber daya yang matang kemudian berakhir tampil di podium berbicara dengan aturan yang berpotensi akan memberatkan anggaran.

Jika keadaan itu benar, pembajakan kewarasan sedang terjadi didalam pikiran. Pikirannya dirusak oleh infeksi berpikir tanpa tolak ukur perbandingan. Menukar perilaku dengan uang dan mentraktir makan pembuat survei demi tingkat kepuasan.

Mungkin ada kejujuran yang terlepaskan sehingga mereka lupa akan basis dasar kebangsaan.

Dalam sisa-sisa hari, mampukah kita menegakkan kembali harga diri? Mungkinkah ada keretakan dibalik wacana-wacana ambisi yang seolah terbungkus rapi?

Sejarah akan mencatat jalannya sendiri yang tidak bisa ditolak maupun dipungkiri. Mungkin ini semua akan segara berakhir tidak lama lagi atau kita akan ditipu lagi dengan adanya penundaan-penundaan agar kebodohan ini kembali diwarisi.

Read more...

Sunday, February 27, 2022

BURUNG NASIONAL

February 27, 2022 0


Burung nasional yang dicap dalam sepucuk surat jauh lebih terhormat dibandingkan karakter moral yang buruk dalam kehidupan. Tuduhan dan berita-berita palsu terus memupuk pandangan mata kita dibalik ramainya para pemangsa.

Ini hanyalah ayunan pena di atas kertas yang tidak ada hubungannya dengan suatu bangsa dengan rakyatnya. Ini adalah sebuah dinamika, mencuri makanan saudaranya sendiri dan memakan daging yang mati untuk dijadikan konsumsi.

Mereka rutin menyambar orang-orang yang tidak berdaya dan menangguhkan trilyunan hutang kepada bayi manusia. Dipuja sebagai simbol nasional yang mewakili kesederhanaan, kemandirian, dan keberanian namun sering memberi makan ketakutan.

Apakah dalam kondisi ini, kita masih bisa diselamatkan? Mampukah burung nasional mengepakkan sayapnya tanpa dikendalikan?

Berjuta-juta tangan mengangkat ke langit untuk sebuah cita-cita yang heroik di tanah yang mulia meskipun pada kenyataannya pemandangan yang terjadi masih terlihat sama saja. Memang harus benar-benar ada perubahan yang direncanakan dan dapat diterima oleh pemangku secara keseluruhan.

Siapa pun di mana pun dalam posisi bersiap untuk melawan, entah apa nanti yang akan menjadi pemicu agar semua bisa selamat dari tepian jurang. Mungkin terdengar lebih menakutkan ketika situasi yang berjalan terus menekan dan mengganggu berbagai kepentingan. Tetapi, tetaplah dalam kewaspadaan agar terhindar dari kepunahan.

Semoga Tuhan memberikan lebih banyak detail daripada yang mungkin kita inginkan. Karena Dia-lah guru yang tepat untuk mencari jawaban.

Read more...

Monday, February 21, 2022

SENJATA PERIODE TERAKHIR

February 21, 2022 0


Terkadang kita terpesona dengan apa yang orang - orang wakili. Banyak sekali hal besar yang memicu polarisasi negara besar ini. Kita sering melantunkan sorak-sorai tanpa benar-benar tahu apa yang kita katakan atau mengapa harus mengatakannya.

Sering kali sebagian dari kita hanya menjadi penggemar sebuah partai atau tokoh atau bahkan sebuah agama, bukan penganut prinsip penting yang sebenarnya.

Hampir semua sepakat lagi percaya akan keberadaan Tuhan dan meyakini Dia-lah yang akan menghakimi yang hidup dan yang mati. Semua percaya matahari akan terbit di timur dan terbenam di barat. Dalam waktu tertentu kita juga membaca ayat-ayat suci dan mulai belajar dari kejadian turunnya hingga kisah-kisah para Rasul. 

Diantara kita mungkin banyak berpikir tentang iman dan perannya dalam kehidupan ini. Padahal keimanan adalah sesuatu hal yang sulit. Beriman kepada yang tak terlihat serta berkeyakinan kepada sesuatu yang mendorong untuk bertindak melawan naluri yang pertama adalah sesuatu yang tidak mudah.

Sebenarnya tidaklah sulit untuk menjadi orang beragama disini, karena mayoritas orang juga memeluk sebuah kepercayaannya masing-masing. Tetapi kenapa dalam periode terakhir terasa sulit untuk menjalani kehidupan beragama, sesama umat beragama maupun antar umat beragama. 

Sebagai orang yang memiliki kepercayaan mungkin akan menghabiskan banyak waktu untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi?

Keyakinan yang kita miliki harusnya tidak dimaksudkan untuk diikuti atau dipatuhi atau ditolak atau ditakuti maupun ditantang keberadaannya. Karena tidak ada paksaan dalam proses menganut sebuah keyakinan. 

Mungkin ini adalah argumen yang sudah cukup jelas untuk dijadikan dasar pemahaman. Namun, bisa jadi hanya sedikit orang yang mahir memahami kekuatan itu untuk menampilkan dan menjadi cerminan dari sebuah keyakinan.

Read more...