Sunday, March 6, 2022

#

KEWARASAN TERAKHIR


Pergerakan manusia mulai sangat cepat diakhir periode ini, tetapi tidak dibersamai dengan alamnya. Ketika alam sedang dalam pengkondisian untuk menyeimbangkan, kalang kabutlah semua rencana dan hancurlah semua.

Pemandangan yang dulu menyenangkan berubah menjadi jutaan kertas pembayaran. Menjadi lahan pelengkap yang berbahagia penuh dengan iming-iming tawaran pekerjaan.

Mungkin gelombang kepekaan manusia yang hidup berdampingan harus segera diaktifkan untuk membayar ongkos besar nyawa-nyawa yang hilang beralaskan kepentingan.

Dalam 2 lembar terakhir buku periode berkuasa, kita diajarkan untuk tidak setia dengan sebuah rencana sehingga menimbulkan aneka macam apa yang disebut sebagai malapetaka.

Memutuskan persoalan beberapa saat kemudian direvisi ataupun dibatalkan. Mereka selalu mempermainkan perasaan manusia yang sedang dalam himpitan rasa putus asa, yang tak bisa membedakan citra dengan kinerja. Semuanya terlihat mulus jalannya, padahal berlangsung dalam kekacauan yang tidaklah sederhana.

Bisakah kita secara permanen keluar dari hutan belantara yang kering persaudaraan yang dipicu oleh kontroversial yang sebenarnya tidak istimewa? 

Jika versi esok hari adalah isu rutin yang terus diuji untuk menutupi kosongnya kesejahteraan dengan cara menakut-nakuti, Apakah kita harus mati dalam kondisi yang fiksi?

Kondisi dimana kenyataan dipalsukan dengan keberpihakan kepada harapan dan kebijakan tanpa sumber daya yang matang kemudian berakhir tampil di podium berbicara dengan aturan yang berpotensi akan memberatkan anggaran.

Jika keadaan itu benar, pembajakan kewarasan sedang terjadi didalam pikiran. Pikirannya dirusak oleh infeksi berpikir tanpa tolak ukur perbandingan. Menukar perilaku dengan uang dan mentraktir makan pembuat survei demi tingkat kepuasan.

Mungkin ada kejujuran yang terlepaskan sehingga mereka lupa akan basis dasar kebangsaan.

Dalam sisa-sisa hari, mampukah kita menegakkan kembali harga diri? Mungkinkah ada keretakan dibalik wacana-wacana ambisi yang seolah terbungkus rapi?

Sejarah akan mencatat jalannya sendiri yang tidak bisa ditolak maupun dipungkiri. Mungkin ini semua akan segara berakhir tidak lama lagi atau kita akan ditipu lagi dengan adanya penundaan-penundaan agar kebodohan ini kembali diwarisi.

No comments:

Post a Comment