Sunday, January 11, 2026

Menjadi Korban Mitos & Takhayul

Saya ingat suatu kali, bibi saya bersikeras agar saya selalu membawa sapu lidi kecil di mobil. Katanya, itu untuk mengusir roh jahat di jalan. Awalnya saya tertawa, tapi setelah dua kali ban mobil saya kempes di tempat yang sepi, tanpa sadar saya mulai merasa panik setiap kali saya lupa membawanya. Padahal, mungkin saja saya hanya kurang berhati-hati saat berkendara.

Lalu ada kakek saya yang selalu bilang, kalau menjatuhkan sisir, itu pertanda akan ada tamu tak diundang. Suatu hari, saya menjatuhkan sisir saya, dan malamnya, tetangga sebelah datang untuk meminjam gula. Saya yakin itu hanya kebetulan, tapi di dalam hati, saya tidak bisa tidak menghubungkan keduanya.

Mungkin yang paling konyol adalah saat teman saya bersikeras bahwa jika saya tidur dengan kaki menghadap pintu, saya akan bermimpi buruk. Saya mencobanya, dan tentu saja, saya bermimpi buruk. Saya tidak tahu apakah itu karena takhayulnya atau karena saya terlalu memikirkannya, tapi setelah itu, saya selalu memastikan kaki saya tidak menghadap pintu saat tidur.

Saya rasa, menjadi korban mitos dan takhayul itu seperti memiliki pemandu wisata yang agak eksentrik di perjalanan hidup Anda. Mereka mungkin menunjukkan jalan-jalan aneh dan kadang membuat Anda memutari jalan, tapi setidaknya, perjalanan Anda tidak akan pernah membosankan.

Dan siapa tahu, mungkin ada sedikit kebenaran di baliknya. Saya tidak akan mengambil risiko.

No comments:

Post a Comment