Monday, February 21, 2022

SENJATA PERIODE TERAKHIR

February 21, 2022 0


Terkadang kita terpesona dengan apa yang orang - orang wakili. Banyak sekali hal besar yang memicu polarisasi negara besar ini. Kita sering melantunkan sorak-sorai tanpa benar-benar tahu apa yang kita katakan atau mengapa harus mengatakannya.

Sering kali sebagian dari kita hanya menjadi penggemar sebuah partai atau tokoh atau bahkan sebuah agama, bukan penganut prinsip penting yang sebenarnya.

Hampir semua sepakat lagi percaya akan keberadaan Tuhan dan meyakini Dia-lah yang akan menghakimi yang hidup dan yang mati. Semua percaya matahari akan terbit di timur dan terbenam di barat. Dalam waktu tertentu kita juga membaca ayat-ayat suci dan mulai belajar dari kejadian turunnya hingga kisah-kisah para Rasul. 

Diantara kita mungkin banyak berpikir tentang iman dan perannya dalam kehidupan ini. Padahal keimanan adalah sesuatu hal yang sulit. Beriman kepada yang tak terlihat serta berkeyakinan kepada sesuatu yang mendorong untuk bertindak melawan naluri yang pertama adalah sesuatu yang tidak mudah.

Sebenarnya tidaklah sulit untuk menjadi orang beragama disini, karena mayoritas orang juga memeluk sebuah kepercayaannya masing-masing. Tetapi kenapa dalam periode terakhir terasa sulit untuk menjalani kehidupan beragama, sesama umat beragama maupun antar umat beragama. 

Sebagai orang yang memiliki kepercayaan mungkin akan menghabiskan banyak waktu untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi?

Keyakinan yang kita miliki harusnya tidak dimaksudkan untuk diikuti atau dipatuhi atau ditolak atau ditakuti maupun ditantang keberadaannya. Karena tidak ada paksaan dalam proses menganut sebuah keyakinan. 

Mungkin ini adalah argumen yang sudah cukup jelas untuk dijadikan dasar pemahaman. Namun, bisa jadi hanya sedikit orang yang mahir memahami kekuatan itu untuk menampilkan dan menjadi cerminan dari sebuah keyakinan.

Read more...

Saturday, February 19, 2022

MENTAL PERJUANGAN

February 19, 2022 0

Tuhan akan menolong tepat pada waktunya. Ia tidak akan membiarkan kita jatuh tergeletak begitu saja dipelataran impian. Semua yang direncanakan bisa jadi dan bisa juga tidak, namun itulah salah satu yang dapat menumbuhkan sebuah kepercayaan.

Adakalanya kita merasa lelah dan ingin berhenti. Disaat dorongan mendesak kita untuk mundur, teruslah berjuang agar semangat tidak kendur. Pemenang tidak selalu akan menang, namun terus berjuang. Apapun hasilnya, jatuh bangunlah bersama Tuhan.

Apa yang telah diusahakan pasti akan ada yang diterima dan dikeluarkan. Pemberian sejatinya adalah peristiwa menyalurkan pemberian Tuhan untuk dikeluarkan kepada orang yang membutuhkan. Mungkin bagi orang tertentu memberi menjadi hadiah tersendiri bagi yang melakukan.

Ketika memiliki mental memberi, kita akan jauh dari rasa iri dengki dan kerakusan. Apapun yang kita berikan akan menjauhkan diri dari kekurangan dan hidup kita akan terjamin oleh kuasa Tuhan. 

Sungai akan mati jika tidak memiliki aliran air yang sehat. Gelas akan meluap tiada arti jika airnya tidak segera di kurangi. Maka, maksimalkan selagi masih bisa berbagi. Alangkah mulianya ketika orang ikhlas berbagi disaat ia sendiri dalam keadaan yang pantas untuk diberi.

Belajarlah untuk tidak masalah ketika tidak bisa sempurna. Carilah apa yang membuat setiap hari selalu bersyukur kepada-Nya. Tuhan akan selalu ada, melindungi ketika siang maupun malam tiba. Seiring berjalannya waktu Tuhan lah yang akan mendewasakan kita. Jangan mendahului dan mengontrol kuasa Tuhan dengan memanipulasi segala keinginan dan doa.

Percayalah, Tuhan tidak pernah meninggalkan dan meragukan kemampuan kita dan Dia tidak bekerja dengan apa yang kita pikirkan. Hubungan kita bersama-Nya bukan sekedar transaksional, hubungan dengan-Nya adalah tentang sebuah kesaksian dan kesetiaan. 

Read more...

Wednesday, February 2, 2022

MENCOBA MEMBERI ARTI

February 02, 2022 0


Tuhan akan menolong tepat pada waktunya. Ia tidak akan membiarkan kita jatuh tergeletak begitu saja dipelataran impian. Semua yang direncanakan bisa jadi dan bisa juga tidak, namun itulah salah satu yang dapat menumbuhkan sebuah kepercayaan.

Adakalanya kita merasa lelah dan ingin berhenti. Disaat dorongan mendesak kita untuk mundur, teruslah berjuang agar semangat tidak kendur. Pemenang tidak selalu akan menang, namun terus berjuang. Apapun hasilnya, jatuh bangunlah bersama Tuhan.

Apa yang telah diusahakan pasti akan ada yang diterima dan dikeluarkan. Pemberian sejatinya adalah peristiwa menyalurkan pemberian Tuhan untuk dikeluarkan kepada orang yang membutuhkan. Mungkin bagi orang tertentu memberi menjadi hadiah tersendiri bagi yang melakukan.

Ketika memiliki mental memberi, kita akan jauh dari rasa iri dengki dan kerakusan. Apapun yang kita berikan akan menjauhkan diri dari kekurangan dan hidup kita akan terjamin oleh kuasa Tuhan. 

Sungai akan mati jika tidak memiliki aliran air yang sehat. Gelas akan meluap tiada arti jika airnya tidak segera di kurangi. Maka, maksimalkan selagi masih bisa berbagi. Alangkah mulianya ketika orang ikhlas berbagi disaat ia sendiri dalam keadaan yang pantas untuk diberi.

Belajarlah untuk tidak masalah ketika tidak bisa sempurna. Carilah apa yang membuat setiap hari selalu bersyukur kepada-Nya. Tuhan akan selalu ada, melindungi ketika siang maupun malam tiba.

Seiring berjalannya waktu Tuhan-lah yang akan mendewasakan kita. Jangan mendahului dan mengontrol kuasa Tuhan dengan memanipulasi segala keinginan dan doa.

Percayalah, Tuhan tidak pernah meninggalkan dan meragukan kemampuan kita dan Dia tidak bekerja dengan apa yang kita pikirkan. Hubungan kita bersama-Nya bukan sekedar transaksional, hubungan dengan-Nya adalah tentang sebuah kesaksian dan kesetiaan.

Read more...

Tuesday, February 1, 2022

MENYAPU TATANAN KEWIBAWAAN

February 01, 2022 0


Kita mungkin berada di ambang penataan kembali rumah besar kita, ketika depresi hebat menghancurkan kepercayaan warganya dengan menyapu tatanan yang didominasi koalisi tertentu. Mandat yang diberikan telah dihancurkan membuat lunturnya sejumlah kepercayaan. Apakah kumpulan oposisi akan diuntungkan?

Covid telah mewabah beberapa tahun belakangan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, negara-negara memutuskan untuk menutup ekonomi mereka dan memerintahkan warganya untuk tinggal di rumah selama berbulan-bulan. Menutup sekolah, bisnis, dan memberlakukan vaksinasi dan masker di setiap kegiatan.

Namun, itu seolah gagal untuk membendung penyebaran Covid atau mencegah sejumlah kematian. Mungkin Covid kian memperburuk penderitaan. Ia berhasil secara massal merusak perekonomian. Apakah Covid termasuk salah satu ancaman terbesar bagi kemakmuran dan kesejahteraan di masa depan?

Pada saat yang sama, triliunan rupiah pengeluaran digunakan untuk mengkompensasi hilangnya pekerjaan dan hilangnya mata pencaharian. Pandemi ini menggoda kekuasaan memperlakukan warganya sebagai objek pasif untuk didikte, diintimidasi, dan dipaksakan. 

Kekuasaan pusat gagal menemukan cara untuk menegaskan bahwa warganya masih merupakan individu yang memiliki hak-hak yang melekat. Mereka bukan tikus laboratorium dalam serangkaian eksperimen dilapangan. Formula itu sudah cukup untuk menabur ketidakpercayaan, kebencian, dan akhirnya menimbulkan perlawanan.

Apa yang akan diingat orang dari episode kali ini? Ketidakmampuan dan ketidakpedulian penguasa untuk melindungi warganya. Suatu perguruan meninggalkan bekas luka pada jiwa mahasiswanya. Sejumlah anak dilecehkan martabatnya, hilangnya kepercayaan ini diperparah oleh kegagalan untuk menangani lonjakan tingkat kejahatan serta kekerasan dan pengabaian masing - masing tugas pokok yang menjadi kekuasaannya.

Kekecewaan saat ini mungkin akan menciptakan koalisi baru yang memberi kendali beberapa tahun lagi. Jika situasi ini dapat dimanfaatkan oleh mereka dengan merangkul kekecewaan dan menegaskan komitmennya terhadap kepentingan orang banyak terlepas dari label ras atau agama, ia akan memiliki istananya.

Banyak yang merasa rumah kita sedang berada di jalur yang salah. Semua yang terjadi mungkin menjadi tanda bahwa penataan kembali harus segera terjadi. Akankah mereka yang berkepentingan menyadari apa yang sebenarnya terjadi sehingga bisa mendahului, atau akankah mereka malah tersapu oleh debu oposisi?

Read more...