Tuesday, January 25, 2022

#

MENATA RUMAH BERSAMA PENGHUNINYA



Ada apa dengan rumah kita? adalah misteri. Rumah yang dulu dibangun dan di proklamirkan dengan satu ide besar kemaslahatan dalam keberagaman. Kita lupa dengan pondasi awal (1) Keadilan sosial, (2) Kecerdasan manusia dan (3) Perdamaian.

Sebuah permusyawaratan yang dalam dengan perdebatan panjang untuk membangun dan menjadikan tanah ini rumah yang sangat besar. Namun, cobalah kita melihat fenomena sekarang.

Perpaduan pondasi rumah kita mulai keropos dan tak mempunyai dasar yang kuat untuk berdiri sebagai bangunan rumah bahkan sudah tidak layak lagi disebut sebuah rumah. Sesama penghuninya saling konfrontasi satu sama lain dan sesuatu yang  abstrak di coba untuk di bekukan.

Kendati demikian, dasar kehidupan adalah harapan meskipun hal itu tidak bisa diperlihatkan secara jelas apa tanda dan gejalanya. Beruntungnya masih ada penghuni rumah yang terus berharap dan memanjatkan kebaikan diambang keruntuhan rumah kita.

Rumah kita bisa dibangun ulang dengan memperkokoh pondasi yang sudah ada di dalam semangatnya, ditambah dengan akal sehat dan moral yang kuat.

Di saat yang sama tetangga di luar sana sedang membangun solidaritas antar manusia dengan ide kemakmuran yang mulai bergeser peruntukannya, tetapi ide kemakmuran di dalam rumah kita sendiri mandeg dan masih bertumpuk kepada hal yang bersifat material. Semua yang ada di padatkan, diseragamkan dan disamakan.

Bukankah penghuni dan rumah kita didesain untuk beragam? Mengingat sila ketiga yang menjadikan perasatuan, bukan demi persatuan kemudian keragaman dihilangkan. Mungkin kita terhalang oleh ketidakpahaman akan asal - usul pembentukannya, tetap misteri akan tetap menjadi misteri.

Harusnya sesama penghuni rumah kita harus memahami satu dengan yang lainnya agar tercipta kebersihan hati untuk dijadikan sebagai cermin. Karena manusia adalah cermin bagi manusia yang lainnya. Ketika semua penghuni rumah bercermin dengan kebersihan hati, akan ada gelombang yang sangat besar dan semoga kita rasakan dampak perubahannya.

No comments:

Post a Comment