Alangkah mulianya engkau telah menghormatiku dengan cara yang luar biasa. Dan sesungguhnya aku tidak pernah mengharapkannya. Tak pernah terlintas dalam benak bahwa diriku layak menerima penghormatan ini. Seharusnya aku bernaung siang dan malam dengan kedua tangan menengadah ke atas langit dengan segala pujian. Betapa mulianya semua ini.
Ketika kita disibukkan dengan pekerjaan penting dan mulia, maka kita akan menganggap diri sini mampu menangani semuanya karena tingginya semangat. Kita tidak akan pernah merasa puas dengan prestasi yang sudah diraih karena kita beranggapan masih ada banyak hal yang perlu dilakukan.
Seperti halnya sesuatu tidak akan tampak tanpa adanya inti, demikian juga sesuatu hal tidak akan tampak tanpa adanya kulit. Jika kita menanam sebuah bibit dalam tanah tanpa kulitnya, maka ia akan tumbuh. Tetapi jika kita menanam beserta kulitnya, maka ia akan tumbuh menjadi pohon besar.
Dua rakaat shalat lebih baik dari dunia seisinya, tidak selalu cocok untuk semua orang. Bagi yang merasakannya, kehilangan dua rakaat lebih sulit daripada kehilangan kerajaan dunia. Karena kemana pun kita menghadap, di situlah wajah Tuhanmu. Para pencinta sejati mengorbankan diri mereka, demi wajah itu tanpa mengharapkan imbalan apapun disaat manusia lainnya berakhlak seperti binatang.
Namun mereka tetap berhak untuk diberi pertolongan. Bisa saja mereka terkurung di dalam kandang, karena Allah mempunyai banyak ruang, dimana setiap ruang lebih utama dari ruang yang selanjutnya. Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat di dalam kehidupan. Mengapa mereka tidak mau beriman.
Allah menampakkan dunia ini agar kita yakin bahwa akan datang tingkatan-tingkatan setelahnya. Sesuatu tidak akan didapat dengan mudah tanpa adanya sebuah derita, entah sesuatu itu berupa keselamatan di dunia maupun di akhirat.
No comments:
Post a Comment