Kita tidak akan melihat-Nya saat ini, karena masih ada kebenaran hasrat yang memenuhi kita. Ada selubung yang menyembunyikan-Nya dari pandangan kita semua. Semua bentuk keinginan, kecenderungan, cinta, dan kasih sayang yang tersembunyi di dalam hati manusia adalah bagian dari hasrat kecintaan dan kerinduan kepada Allah.
Lihatlah matahari di atas sana. Melalui cahayanya kita bisa membedakan kebaikan dengan keburukan, dan menemukan kehangatan atas sinarnya. Tetapi jika matahari yang memberikan banyak manfaat ini ditakdirkan untuk mendekat ke bumi, maka ia tidak akan memberikan keuntungan bagi siapapun. Malah sebaliknya, seluruh dunia dan setiap makhluk akan hancur dan hangus terbakar.
Keserupaan adalah satu hal, dan contoh adalah hal yang lain. Meski akal kita tidak mampu memahaminya, tetapi bagaimana bisa akal menahan upaya – upaya seperti ini? Bukan akal namanya jika tak mengerahkan segala daya dan menghentikan sebuah perjuangan. Akal adalah sesuatu yang terus menerus berproses, siang malam, terus berpikir, dan berusaha untuk memahami Sang Pencipta, meskipun Tuhan tidak bisa diketahui dan tidak bisa dipahami.
Seseorang yang senang berada jauh dari Tuhannya dan tidak berusaha untuk sampai kepada-Nya, maka ia bukanlah manusia. Manusia sejati adalah mereka yang tak pernah berhenti berusaha dan terus mengitari cahaya keagungan Tuhannya. Sementara Tuhan akan menyerap manusia dan menjadikannya bukan apa-apa, sebab Dia memang tidak bisa dipahami oleh akal siapapun.
Wahai hamba-Ku, Aku akan mengabulkan permintaanmu dengan segera ketika kalian meratap dalam berdoa, itu semua karena ratapan doamu begitu manis di telinga-Ku. Jawaban-Ku atas doamu menjadi kelu dan tak terucapkan dalam harapan-harapan, mungkin kalian akan meratap lagi dan lagi, karena suara ratapan doamu begitu manis bagi-Ku.
Ketika para kekasih bisa saling melihat begitu dekat di dunia ini, maka hubungan dengan-Nya akan menjadi semakin kuat pada saat kita diangkat menuju hari kebangkitan kelak. Seseorang harus melihat orang lain dengan pandangan hakiki, melampaui batasan sifat buruk dan baik. Berusaha menyelam ke dalam hakikat dan memastikan bahwa sifat-sifat yang ditinggalkan oleh sebagian orang bukanlah sifat asli mereka.
Bagaimana bisa para pecinta itu bermain-main cinta dalam dunia yang tak terbatas, yang tak memiliki tempat, gambar, dan waktu? Jika kesehatan memang tidak mempunyai sifat tertentu, lantas bagaimana kita bisa mencarinya?
Yang kita tahu adalah ketika kesehatan itu muncul tubuh akan bertambah kuat, menjadi gemuk, lebih segar, dan lebih hidup. Meskipun makna-makna ini tak bisa dimengerti, apakah manusia masih bisa mengambil manfaat darinya melalui perwujudan bentuknya? Maha suci Allah dari segala bentuk dan huruf dan Firmannya berada di luar huruf dan suara.

No comments:
Post a Comment