Wednesday, January 11, 2023

#

KAPAN BERSATU

 

Kapan mereka pernah menjadi satu? Selalu saja ada dua atau tiga, dan selalu ada perang serta saling bunuh di antara mereka. Bagaiamana bisa kita menginginkan hanya ada satu?

Ketunggalan adalah hal yang mustahil, karena di dunia ini setiap orang memiliki tujuan dan keinginan yang berbeda antara satu sama lain. Semua hanya akan terwujud di hari kebangkitan, hari dimana umat manusia menjadi satu dan mereka hanya memiliki satu telinga dan satu lisan. Ketika tujuan sudah muncul secara gamblang, maka tidak ada lagi atas dan bawah. Di hari kiamat kelak, kepentingan semua manusia sama, yaitu berkepentingan dengan Allah SWT.

Di dunia, setiap manusia memiliki kesibukan masing masing. Mereka semua yakin bahwa obat kebahagiaan dan kenyamanan ada pada sesuatu yang sedang mereka sibukkan. Ketika mereka belum juga menemukan keinginan mereka di pencarian kedua, mereka akan tetap terus mencarinya. Hingga tiba akhirnya kasih sayang itu muncul dan menyingkap selubungnya, barulah mereka menyadari bahwa jalan yang mereka tempuh selama ini bukanlah jalan yang tepat.

Sekali pun semua tabir tersingkap, keyakinan seseorang tidak akan bertambah. Tidak ada akhir untuk kata-kata, akan tetapi kata-kata semestinya diberikan sesuai dengan kapasitas orang yang memintanya.
Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah gudang-gudangnya dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu. 

Seperti hujan, di tempat penyimpanannya ia tak pernah habis, tapi ia turun sesuai dengan kebutuhan dan kata-kata diberikan sesuai dengan semangat dan keyakinan yang ada dalam diri seseorang, sebab seseorang tidak akan mampu memikul sesuatu melebihi kemampuannya, atau dia akan menjadi gila karenanya.

Tidak ada sesuatu, yang baik atau buruk, kecuali Kami memiliki ruang penyimpanannya yang tak memiliki batas, akan tetapi sesuatu itu Kami berikan sesuai dengan kebutuhan. Takdir seperti itu juga berasal dari-Nya. Memang benar bahwa segala sesuatu yang dilihat dari sisi Allah, akan menjadi baik dan sempurna.

No comments:

Post a Comment