Hati menjadi saksi bagi
hati yang lain. Jika semua realitas terungkap secara terbuka, apa perlunya
kata-kata untuk diucapkan?
Sungguh, hati bisa
memberikan kesaksian. Tetapi, hati memiliki tugasnya sendiri. Jika hati dapat
khusyuk secara total, maka semua anggota badan yang lain akan gugur di dalamnya
dan lisan pun tidak lagi dibutuhkan.
Jika setiap indra
memainkan peran mereka masing-masing, maka semuanya akan luruh dalam satu
pengalaman dan tak menginginkan yang lain. Jika masih ada salah satu indra yang
meminta tugas terpisah dari tugas indra lainnya, maka indra tersebut tidak
mengambil tugasnya yang hakiki dan sempurna.
Penenggelaman sejati
adalah ketika Allah memberikan rasa takut kepada para kekasih-Nya. Perasaan
takut di ini tidak seperti rasa takut manusia kepada singa atau pada kezaliman,
melainkan rasa takut akan perpisahan dengan-Nya. Ketika kita melihat sebuah
masalah dengan benar, kita akan melihat semua makhluk di bumi ini melakukan hal
yang sama, yaitu beribadah kepada Tuhan.
Para hamba-hamba Tuhan
yang sejati melihat dunia ini, tidak sekedar ikut-ikutan tetapi dengan
pengamatan dan penglihatan langsung tanpa tabir, bahwa semua manusia yang baik
maupun yang buruk mempersembahkan ibadah dan ketaatan mereka kepada Allah.
Satu perbincangan akan
ada manfaatnya. Mungkin manusia tidak mengetahui segala sesuatu, tetapi mereka
akan mengetahuinya sedikit demi sedikit dan kemudian akan memahami dan sisanya akan
mengira-ngira. Maka sucikanlah imajinasi kalian wahai hamba-hamba-Ku. Karena
itu adalah tempat kediaman-Ku dan tempat bersemayam-Ku.
Manusia adalah makhluk
yang agung , di dalam diri mereka tertulis segala sesuatu. Namun selubung dan
kegelapan tidak mengizinkan mereka untuk membaca pengetahuan yang ada dalam
diri mereka sendiri. Bayangkan seandainya kegelapan dan selubung-selubung itu
tersingkap, betapa berlimpahnya pengetahuan yang akan mereka temukan dalam dirinya.

No comments:
Post a Comment