Menjadi Rumit Tatkala Hati Tertutup Hawa Nafsu dan Penuh Hasrat Sesaat
Dalam labirin eksistensi manusia, hati seringkali diibaratkan sebagai kompas penunjuk arah, penuntun di tengah samudra kehidupan yang bergejolak. Namun, tatkala kompas ini diselimuti kabut tebal hawa nafsu dan riak-riak hasrat sesaat, arah pun menjadi kabur, navigasi berubah menjadi rumit, bahkan bisa mengantarkan kita pada karang-karang kekecewaan yang tajam.



