Tuesday, January 24, 2023

KITA KEMBALI

January 24, 2023 0

 

Sudah lama aku ingin bertemu denganmu tapi aku tahu kau sedang sibuk dengan kemaslahatan manusia, jadi aku tidak ingin memberatkanmu. Tidak ada bedanya. Semuanya sama. Dalam dirimu ada kebaikan yang membuat semuanya menjadi sama. Bagaimana seseorang bisa berbicara tentang kesusahan? Akan tetapi, karena aku tahu sekarang kalian adalah orang-orang yang dipenuhi oleh perbuatan-perbuatan baik dan bermanfaat, maka aku akan menemui kalian.

Orang yang zalim adalah mereka yang melakukan sesuatu untuk untuk kemaslahatannya dirinya sendiri. Sementara Allah tak mungkin dikatakan sebagai Dzat yang Zalim. Sama halnya ketika nabi Muhammad Saw. membunuh, menumpahkan darah, dan menginvasi, sebenarnya merekalah yang zalim dan nabi Muhammad adalah orang yang dizalimi.

Saat ini kalian tertawan dalam ikatan dan rantai-rantai, jika kamu berniat untuk melakukan kebaikan, maka sungguh Allah akan membebaskan kalian dari belenggu itu. Dia akan mengembalikan segala milikmu yang telah hilang dan bahkan akan melipatgandakannnya.

Jika seorang hamba melakukan suatu amal, apakah pertolongan dan kebaikan yang akan ia dapatkan disebabkan oleh amal yang ia lakukan itu ataukah itu anugerah dari Allah?

Tentu saja itu adalah anugerah dari Allah SWT. Tetapi Allah SWT, karena kasih sayang-Nya yang luas, membuatnya seolah-olah berasal dari hamba. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka atas apa yang mereka kerjakan.

Ketika Bani Israil mematuhi Nabi Musa as., semua jalan dibukakan pada mereka, bahkan lautan sekalipun. Lumpur disingkirkan dari lautan untuk jalan mereka. Akal itu seperti raja dalam tubuh manusia. Selama anggota tubuh yang lain patuh pada akal, maka semua urusan akan berada pada jalan yang benar. Tapi jika anggota tubuh itu tidak patuh kepadanya, maka semua urusan akan rusak.

Keutamaan datang terlebih dahulu. Kemudian jika dalam diri manusia muncul kesadaran dari kesesatan, maka itulah yang dinamakan keutamaan dan anugerah murni dari Allah SWT. Keutamaan dan balasan dari Allah itu laksana percikan api. Pada mulanya ia adalah anugerah, akan tetapi jika kamu letakkan kain di dalamnya dan kamu kembangkan api itu sampai apinya semakin membesar, maka itulah yang disebut dengan keutamaan dan balasan.

Jika Allah menghendaki, Dia akan menjadikan ucapan yang sedikit ini menjadi bermanfaat dan menumbuhkannya di hati. Kita berharap semoga Allah memudahkan jalan itu untuk kita. Jalan yang merupakan pertolongan-Nya. Jalan yang melebihi seribu daya dan upaya.

Read more...

HATI ALAM RAYA

January 24, 2023 0

Ketika menafsir tulisan kita akan terikat kepada teks, dan dalam penafsirannya harusnya dipahami ketika teks itu ditulis. Kekeliruan dalam penafsiran suatu teks itu terjadi karena kita tidak memahami makna kata itu ketika teks tersebut dituliskan. Dengan ketulusan dan tidak bersandiwara barulah kita bisa atau layak melakukan sebuah penafsiran tertentu.

Akal itu hebat tetapi memiliki keterbatasan. Iman adalah pembenaran hati bukan pembenaran akal karena banyak sekali hal-hal yang tidak bisa terjangkau oleh nalar manusia. Akui saja bahwa ada wilayah-wilayah tertentu yang kita tidak bisa menalarkannya.

Iman itu selalu disertai dengan tanda tanya, seperti seorang yang sedang mendayung ditengah ombak dan gelombang yang jauh disana terlihat sebuah pulau yang indah. Akan selalu ada tanda tanya didalam hatinya, apakah kita akan sampai disana ataukah tidak?

Jika kita sampai disana itu bukan lagi sebagai iman karena kita sudah mengalaminya dan sudah sampai di pulau yang dituju. Oleh sebab itu diatas iman ada bentuk lain yang bernama keyakinan. Mungkinkah kita hanya dituntut iman dan tidak harus yakin. Kita hanya dituntut sesempurna mungkin dalam pelaksanaannya dalam melakukan sesuatu hal.

Pengetahuan dan keteladanan menjadi jalan satu-satunya untuk merespon atau memperbaiki keadaan hari ini. Dengan pengetahuan kita akan membenarkan apa yang diluar dari jangkauan akal karena setiap objek akan ada cara untuk mendekatinya. Ketika cara pendekatannya keliru maka pasti hasilnya pun berujung pada kekeliruan.

Sesuatu yang baik adalah yang berada dalam dua keburukan, namun ada juga kebaikan yang tidak ada pertengahannya. Terkadang kebaikan itu sudah mencapai puncaknya dan tidak ada dua di antaranya, seperti halnya keadilan. Diantara yang di maksud ialah ditengah-tengah. Tengah-tengah berarti menakar dengan kesimbangan dengan ketepatan sikap, bisa jadi ada sesuatu hal yang tepat untuk ditegur tetapi bukan waktunya disana.

Sangat mengherankan wahyu yang diterima Nabi SAW adalah bacalah, aneh karena itu ditujukan kepada Ia yang mulia yang tidak pandai membaca. Menjadi bukan lagi suatu keanehan, jika kita pahami, membaca merupakan kunci untuk meraih peradaban maupun kemajuan dalam segala bidang dengan syarat demi dan karena Tuhanmu dan kebersihan hatimu. Dan manusia akan bisa jikalau dia mau.

Dalam kehidupan ini ada yang menuntut menggunakan nalar dan ada yang diluar jangkauan nalar. Bagaikan matahari, kita tidak bisa memahaminya karena kita bisa silau dengan cahayanya namun kita bisa melihatnya dengan menggunakan kacamata hitam.

Dalam kondisi sekarang, kita tidak bisa menggunakan nalar orang dahulu untuk digunakan pada masa sekarang kecuali jika itu masih relevan dan dapat diterima oleh pesatnya perkembangan akhir-akhir ini. Dan jangan pula menggunakan alat masa kini yang belum diketahui oleh orang dahulu untuk menilai masa yang lampau. Karena berfikir menggunakan nalar dapat dipengaruhi oleh banyak hal dalam membentuk sebuah pemahaman.

Problem kita hari ini salah satunya adalah orang-orang yang berada pada posisi yang bisa dilihat orang banyak atau yang semestinya menjadi contoh tidak mencerminkan sesuatu yang baik. Orang-orang yang baik-baik seringkali terpinggirkan, sehingga manusia lebih cenderung memilih yang menyenangkan walaupun berkibat pada keparahan hidup bersama. 

Read more...

PERTANDA MENCINTAI

January 24, 2023 0

 

Bagi orang yang sudah bisa memahami tanpa harus berbicara, apa gunanya berbicara? Seluruh langit dan bumi adalah kata-kata bagi mereka yang mengerti. Bagi mereka yang sudah mendengarkan sebuah bisikan, apa gunanya mereka berteriak dan menjerit?

Coba kamu cari tahu apakah dia bisa berbahasa atau tidak. Jika memang beliau tidak bisa, bagaimana beliau bisa menganggukkan kepala di saat yang tepat? Apakah itu ilham dari Tuhan?

Jika yang dilihat adalah tujuannya, maka dualisme akan hilang. Karena dualisme hanya terjadi dalam cabang-cabang, sementara akarnya tetaplah satu Yang Esa. Meski dalam penampilan luar perkataan mereka berbeda, tetapi mereka semua memiliki satu tujuan yang sama, yaitu mencari Tuhannya.

Ketika pikiran menghampiri benak manusia kemudian ia menegur dirinya sendiri. Apa yang aku lakukan, mengapa aku melakukan semua ini? Maka ini menjadi bukti cinta dan perhatian Allah kepadanya. Cinta akan tetap tinggal selama teguran terus berlangsung, karena teguran hanya diberikan pada orang-orang yang dikasihani.

Ketika seseorang merasakan sakitnya teguran itu pertanda bahwa Allah mencintai dan menyayangi mereka. Namun jika seseorang mendapatkan teguran tak merasakan pedihnya, maka ini bukanlah pertanda cinta.

Jika kita melihat aib pada diri saudaramu, maka sejatinya aib yang kita lihat adalah aib kita juga. Jauhkanlah aib itu darimu, karena sesuatu yang menyakitkan dalam diri mereka, suatu saat bisa jadi akan menyakitkan dirimu. Jika kita melihat sesuatu dalam diri hamba yang menyakitkanmu, sesungguhnya mereka juga tidak buta dan mereka melihat apa yang kamu lihat.

Wahai Tuhan, kita sudah tenggelam dalam samudera cinta dan tak mungkin lagi dipisahkan. Jika kita menginginkan kejelasan, maka korbankan dirimu dan menjadilah fana. Hati kami tertutup, tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka dan sedikit sekali mereka yang beriman. Hati mereka penuh terisi oleh kegelisahan dan praduga yang salah dan berisi keraguan-keraguan. Sungguh mereka telah diracuni oleh berbagai bentuk prasangka dan kezaliman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan menutup penglihatan dan bagi mereka siksa yang amat berat.

Read more...

PERBUDAKAN

January 24, 2023 0

 

Tahun 2020 yang lalu, pemerintah Belanda resmi mengucapkan permohonan maaf atas perbudakan yang dilakukannya selama masa kolonialisme. Permohonan maaf tersebut disampaikan dalam pidato di Parlemen Belanda. Dalam pidatonya, Menteri Luar Negeri Belanda mengakui bahwa perbudakan yang dilakukan oleh pemerintah Belanda selama 250 tahun merupakan bagian dari sejarah yang menyedihkan dan tidak terhormat. Ia juga menyatakan bahwa perbudakan merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang dianut oleh Belanda.

Lalu apakah mendapatkan sambutan baik?

Permohonan maaf tersebut disambut baik oleh masyarakat di beberapa negara yang pernah menjadi koloni Belanda, termasuk Indonesia. Namun, di beberapa negara lain, permohonan maaf tersebut dianggap tidak cukup dan tidak memenuhi harapan masyarakat yang merasa terkena dampak negatif dari perbudakan tersebut. Beberapa orang menganggap bahwa permohonan maaf tersebut hanya merupakan upaya Belanda untuk menutupi kejahatan yang telah dilakukan selama masa kolonialisme, dan tidak menyertai tindakan nyata untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

Perbudakan merupakan sistem di mana seseorang dianggap sebagai harta benda dan dijual untuk dijadikan pekerja paksa. Perbudakan telah terjadi di berbagai belahan dunia selama berabad-abad, dan merupakan salah satu bentuk kekerasan yang paling menyedihkan dan tidak terhormat dalam sejarah manusia.

Perbudakan memiliki berbagai dampak negatif bagi para korban dan masyarakat secara keseluruhan. Beberapa dampak negatif tersebut adalah:

  1. Kehilangan kebebasan: Para korban perbudakan kehilangan kebebasan mereka dan dianggap sebagai harta benda yang dapat dijual dan diperdagangkan. Mereka tidak memiliki hak untuk memutuskan apa yang ingin mereka lakukan atau di mana mereka ingin tinggal, dan seringkali dijual kepada orang lain tanpa sepengetahuan mereka.
  2. Kehilangan keluarga: Banyak korban perbudakan dipisahkan dari keluarga dan teman-teman dekat mereka saat diangkut ke tempat perbudakan. Mereka tidak dapat bertemu dengan keluarga mereka lagi dan terpisah dari lingkungan sosial yang mereka kenal.
  3. Pekerjaan berat dan tidak terhormat: Para korban perbudakan seringkali dipaksa untuk bekerja dalam kondisi yang berat dan tidak terhormat. Mereka seringkali dipaksa untuk bekerja selama jam yang lama tanpa istirahat yang cukup, dan tidak diakui hak-hak mereka sebagai pekerja.
  4. Kekerasan: Para korban perbudakan seringkali mengalami kekerasan fisik dan seksual dari pemilik atau pengawas mereka. Mereka tidak memiliki hak untuk memprotes atau menolak kekerasan tersebut, dan seringkali tidak mendapat perlindungan dari hukum.
  5. Dampak emosional: Perbudakan juga memiliki dampak emosional yang berkelanjutan bagi para korban. Mereka mungkin merasa tidak berharga, tidak diakui, dan tidak merasa sejahtera. Mereka juga mungkin merasa tertekan, takut, dan tertekan.

Setiap orang memiliki kebutuhan, preferensi, dan situasi yang berbeda, sehingga tidak ada satu waktu, kata, atau tempat yang tepat untuk semua orang. Ini juga berlaku dalam konteks pemilihan waktu, kata, atau tempat untuk menyampaikan sesuatu.

Misalnya, waktu yang tepat untuk seseorang melakukan sesuatu mungkin tidak sesuai dengan waktu yang tepat untuk orang lain. Seseorang mungkin merasa lebih nyaman melakukan sesuatu pada pagi hari, sementara orang lain mungkin merasa lebih nyaman melakukannya di malam hari.

Demikian juga, kata yang tepat untuk seseorang mungkin tidak sesuai dengan kata yang tepat untuk orang lain. Seseorang mungkin merasa lebih nyaman dengan bahasa yang formal, sementara orang lain mungkin merasa lebih nyaman dengan bahasa yang lebih santai.

Tempat yang tepat juga bervariasi tergantung pada preferensi masing-masing orang. Seseorang mungkin merasa lebih nyaman melakukan sesuatu di ruangan yang terang dan bersih, sementara orang lain mungkin merasa lebih nyaman di ruangan yang gelap dan berangin.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kebutuhan, preferensi, dan situasi masing-masing orang saat memutuskan waktu, kata, atau tempat untuk menyampaikan sesuatu. Dengan demikian, Kita dapat menjamin bahwa pesan yang disampaikan akan lebih efektif dan mampu diterima dengan baik oleh orang yang dituju.

Read more...