Saturday, February 19, 2022

MENTAL PERJUANGAN

February 19, 2022 0

Tuhan akan menolong tepat pada waktunya. Ia tidak akan membiarkan kita jatuh tergeletak begitu saja dipelataran impian. Semua yang direncanakan bisa jadi dan bisa juga tidak, namun itulah salah satu yang dapat menumbuhkan sebuah kepercayaan.

Adakalanya kita merasa lelah dan ingin berhenti. Disaat dorongan mendesak kita untuk mundur, teruslah berjuang agar semangat tidak kendur. Pemenang tidak selalu akan menang, namun terus berjuang. Apapun hasilnya, jatuh bangunlah bersama Tuhan.

Apa yang telah diusahakan pasti akan ada yang diterima dan dikeluarkan. Pemberian sejatinya adalah peristiwa menyalurkan pemberian Tuhan untuk dikeluarkan kepada orang yang membutuhkan. Mungkin bagi orang tertentu memberi menjadi hadiah tersendiri bagi yang melakukan.

Ketika memiliki mental memberi, kita akan jauh dari rasa iri dengki dan kerakusan. Apapun yang kita berikan akan menjauhkan diri dari kekurangan dan hidup kita akan terjamin oleh kuasa Tuhan. 

Sungai akan mati jika tidak memiliki aliran air yang sehat. Gelas akan meluap tiada arti jika airnya tidak segera di kurangi. Maka, maksimalkan selagi masih bisa berbagi. Alangkah mulianya ketika orang ikhlas berbagi disaat ia sendiri dalam keadaan yang pantas untuk diberi.

Belajarlah untuk tidak masalah ketika tidak bisa sempurna. Carilah apa yang membuat setiap hari selalu bersyukur kepada-Nya. Tuhan akan selalu ada, melindungi ketika siang maupun malam tiba. Seiring berjalannya waktu Tuhan lah yang akan mendewasakan kita. Jangan mendahului dan mengontrol kuasa Tuhan dengan memanipulasi segala keinginan dan doa.

Percayalah, Tuhan tidak pernah meninggalkan dan meragukan kemampuan kita dan Dia tidak bekerja dengan apa yang kita pikirkan. Hubungan kita bersama-Nya bukan sekedar transaksional, hubungan dengan-Nya adalah tentang sebuah kesaksian dan kesetiaan. 

Read more...

Wednesday, February 2, 2022

MENCOBA MEMBERI ARTI

February 02, 2022 0


Tuhan akan menolong tepat pada waktunya. Ia tidak akan membiarkan kita jatuh tergeletak begitu saja dipelataran impian. Semua yang direncanakan bisa jadi dan bisa juga tidak, namun itulah salah satu yang dapat menumbuhkan sebuah kepercayaan.

Adakalanya kita merasa lelah dan ingin berhenti. Disaat dorongan mendesak kita untuk mundur, teruslah berjuang agar semangat tidak kendur. Pemenang tidak selalu akan menang, namun terus berjuang. Apapun hasilnya, jatuh bangunlah bersama Tuhan.

Apa yang telah diusahakan pasti akan ada yang diterima dan dikeluarkan. Pemberian sejatinya adalah peristiwa menyalurkan pemberian Tuhan untuk dikeluarkan kepada orang yang membutuhkan. Mungkin bagi orang tertentu memberi menjadi hadiah tersendiri bagi yang melakukan.

Ketika memiliki mental memberi, kita akan jauh dari rasa iri dengki dan kerakusan. Apapun yang kita berikan akan menjauhkan diri dari kekurangan dan hidup kita akan terjamin oleh kuasa Tuhan. 

Sungai akan mati jika tidak memiliki aliran air yang sehat. Gelas akan meluap tiada arti jika airnya tidak segera di kurangi. Maka, maksimalkan selagi masih bisa berbagi. Alangkah mulianya ketika orang ikhlas berbagi disaat ia sendiri dalam keadaan yang pantas untuk diberi.

Belajarlah untuk tidak masalah ketika tidak bisa sempurna. Carilah apa yang membuat setiap hari selalu bersyukur kepada-Nya. Tuhan akan selalu ada, melindungi ketika siang maupun malam tiba.

Seiring berjalannya waktu Tuhan-lah yang akan mendewasakan kita. Jangan mendahului dan mengontrol kuasa Tuhan dengan memanipulasi segala keinginan dan doa.

Percayalah, Tuhan tidak pernah meninggalkan dan meragukan kemampuan kita dan Dia tidak bekerja dengan apa yang kita pikirkan. Hubungan kita bersama-Nya bukan sekedar transaksional, hubungan dengan-Nya adalah tentang sebuah kesaksian dan kesetiaan.

Read more...

Tuesday, February 1, 2022

MENYAPU TATANAN KEWIBAWAAN

February 01, 2022 0


Kita mungkin berada di ambang penataan kembali rumah besar kita, ketika depresi hebat menghancurkan kepercayaan warganya dengan menyapu tatanan yang didominasi koalisi tertentu. Mandat yang diberikan telah dihancurkan membuat lunturnya sejumlah kepercayaan. Apakah kumpulan oposisi akan diuntungkan?

Covid telah mewabah beberapa tahun belakangan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, negara-negara memutuskan untuk menutup ekonomi mereka dan memerintahkan warganya untuk tinggal di rumah selama berbulan-bulan. Menutup sekolah, bisnis, dan memberlakukan vaksinasi dan masker di setiap kegiatan.

Namun, itu seolah gagal untuk membendung penyebaran Covid atau mencegah sejumlah kematian. Mungkin Covid kian memperburuk penderitaan. Ia berhasil secara massal merusak perekonomian. Apakah Covid termasuk salah satu ancaman terbesar bagi kemakmuran dan kesejahteraan di masa depan?

Pada saat yang sama, triliunan rupiah pengeluaran digunakan untuk mengkompensasi hilangnya pekerjaan dan hilangnya mata pencaharian. Pandemi ini menggoda kekuasaan memperlakukan warganya sebagai objek pasif untuk didikte, diintimidasi, dan dipaksakan. 

Kekuasaan pusat gagal menemukan cara untuk menegaskan bahwa warganya masih merupakan individu yang memiliki hak-hak yang melekat. Mereka bukan tikus laboratorium dalam serangkaian eksperimen dilapangan. Formula itu sudah cukup untuk menabur ketidakpercayaan, kebencian, dan akhirnya menimbulkan perlawanan.

Apa yang akan diingat orang dari episode kali ini? Ketidakmampuan dan ketidakpedulian penguasa untuk melindungi warganya. Suatu perguruan meninggalkan bekas luka pada jiwa mahasiswanya. Sejumlah anak dilecehkan martabatnya, hilangnya kepercayaan ini diperparah oleh kegagalan untuk menangani lonjakan tingkat kejahatan serta kekerasan dan pengabaian masing - masing tugas pokok yang menjadi kekuasaannya.

Kekecewaan saat ini mungkin akan menciptakan koalisi baru yang memberi kendali beberapa tahun lagi. Jika situasi ini dapat dimanfaatkan oleh mereka dengan merangkul kekecewaan dan menegaskan komitmennya terhadap kepentingan orang banyak terlepas dari label ras atau agama, ia akan memiliki istananya.

Banyak yang merasa rumah kita sedang berada di jalur yang salah. Semua yang terjadi mungkin menjadi tanda bahwa penataan kembali harus segera terjadi. Akankah mereka yang berkepentingan menyadari apa yang sebenarnya terjadi sehingga bisa mendahului, atau akankah mereka malah tersapu oleh debu oposisi?

Read more...

Monday, January 31, 2022

MARKAS BARU KEKUASAAN

January 31, 2022 0


Berawal dari ketidakmampuan melihat masa depan dengan kalkulasi perhitungan. Kita akan membangun markas baru yang penuh dengan perdebatan. Didalam kondisi yang masih menyimpan sisa energi, limpahan masa lalu yang belum hilang dan masih terpecah serta terkotak - kotakkan.

Apakah ini bentuk kepanikan markas lama yang tidak bisa merealisasikan janji yang telah digembar - gemborkan? Mungkinkah ini bentuk rasa frustasi sehingga memilih jalan pintas membangun sebuah monumen peninggalan? Atau apakah ini tukar tambah kepentingan untuk membatalkan rasa persahabatan yang telah menjadi kesatuan?

Dalam perhitungan angka, kita akan mulai kondisi kritis pada dua ribu dua puluh tiga. Disaat kita baru belajar membaca psikologis manusia, disaat itu juga ekploitasi bekerja. Kesetaraan dan perlakuan yang berbeda memunculkan banyak korban manusia. 

Ketidakadikan akan mulai merambah ke hal - hal yang rasial sehingga akan menimbulkan konflik horizontal. Kita tidak sadar sedang dipanggang dalam bara api sosial yang suatu saat bisa terbakar tanpa alasan. Marah tanpa dipicu dan tantangan pertarungan hidup mati di jalanan.

Kepala kita mempunyai ambisi yang berubah - ubah dengan menggampangkan kerumitan dan ketidakmampuan. Memahami anggaran sebagai brankas bukan konsep penataan. Yang tidak mengerti bahwa pemain pasar uang bukanlah investor jangka panjang. Namun kepala kita menulis narasinya dengan kalimat yang seakan menenangkan.

Sebuah perjanjian pasti akan ada pondasi yang tidak bisa diungkapkan. Kita perlu mempelajari lapisan - lapisan dan strategi dalam kesepakatan. Kita sedang dibaca oleh kumpulan pesawat di atas ketinggian dan kita tidak kuat masuk dalam permainan karena keterbatasan anggaran.

Bukan markas baru yang didengungkan, melainkan mempercepat perubahan baru secepat kepala ini menyuruh mulut mengucapkan janji palsu. Bukan yang besar menghancurkan yang kecil, tetapi yang cepat yang akan mengalahkan yang lambat dan kerdil.

Berfokuslah kepada konsep bukan kepada tuntutan proyek. Seburuk apapun situasi keadaan yang terjadi pada rumah besar kita, tentu kita sekeluarga berusaha melewatinya. 

Kita percaya salah satu cara mengatasi ini semua adalah dengan melakukan perombakan total secepatnya. Harusnya ada keterlibatan, kajian matang dan panjang sebelum menentukan kebijakan apalagi pemindahan domisili kekuasaan.

Read more...