Sunday, January 30, 2022

BUKAN HIDUP DENGAN CARA BERPIKIR MANUSIA

January 30, 2022 0


Apa yang kita lakukan dan yang kita berikan apabila dikepung oleh keadaan?

Mengulur harta adalah keuntungan, namun jika itu menjadi tujuan adalah suatu bentuk kepamrihan. Ketika harta ditekan, maka akan terhimpit oleh kesempitan. Begitulah dinamika kehidupan, semakin banyak yang keluar semakin banyak pula yang akan masuk berurutan. Pun sebaliknya, kalau tidak ada yang keluar bagaimana ia bisa masuk berdesak - desakan.

Wilayah hitam putih kehidupan mungkin bisa kita jelaskan dengan ilmu pengetahuan, tetapi daerah abu - abu tidak bisa kita jelaskan kecuali dengan keimanan.

Manusia memang berbeda dengan binatang karena ia tahu tentang sebab akibat dan baik buruk peradaban. Namun didalam kehidupan  akan penuh dengan pekat kegelapan. Kita tidak bisa menjangkau beberapa jam kemudian dan esok hari kita tidak tahu keadaan. Masihkah ada atau akan berakhir menyisakan cerita.

Kita diperkenankan pasrah kepada-Nya, tetapi kita tidak boleh menyerah dengan masalah yang ada. Titik tumpu kita adalah berjalan terus hingga masa kita berakhir. Ikutilah sesiapa saja yang tidak berharap dan meminta - minta.

Ketika kebanyakan orang menumpuk harta untuk kehidupannya, disaat itu pula banyak manusia yang terus menanam tanpa mengharap tumbuh dan berbuah angka. Sejatinya puncak keikhlasan adalah kenikmatan tertinggi bagi pemiliknya.

Tuhan akan menjawab salam ketika hambanya menyapa, tetapi jawabannya apa dan bentuknya bagaimana kita tidak mempunyai hak untuk mengaturnya. Mengabulkan atau tidak adalah wewenang-Nya, karena konsep Tuhan sangatlah berbeda. Kita hidup bersama-Nya, bukan hidup dengan cara berpikir manusia.

Jikalau ada yang maha besar di dunia ini, maka Tuhan jauh lebih maha besar. Apapun yang telah kita berikan adalah investasi realita dan pasti ada hitungannya. Bukan semata - mata masa lalu yang lewat begitu saja.

Sebatang pohon yang ditebang akan sedikit banyak mempengaruhi mata air kita, sekecil apapun benih yang kita sebarkan akan menumbuhkan harapan dan mengobati rasa putus asa. Lindungilah kami dari keterbatasan dan kesempitan cara berpikir manusia.

Read more...

Saturday, January 29, 2022

APAKAH KITA DIKUASAI WAKTU?

January 29, 2022 0


Masa lalu yang kita hadirkan ke masa kini adalah sebuah fantasi. Keadaan yang belum pernah terjadi, kemudian kita bawa ke masa sekarang itulah imajinasi. Begitupun kuasa waktu, dulu kini dan nanti.

Apakah usia tua beiringan dengan waktu, atau seseorang pikun karena perputaran waktu maka bertambahlah usianya? Meskipun dalam hitungan usianya bertambah, namun secara kehidupan ia berkurang. 

Kita membutuhkan pengetahuan baru untuk merasa lebih muda secara pikiran. Ketidakaktifan pikiran menjerumuskan pada kepikunan dan kita harusnya mengaktifkan terus pikiran. Mencoba tidak ragu mengeluarkan pikiran, gugup mempertahankan argumen dan jangan cemas untuk mempunyai ide ataupun pendapat.

Apa yang dunia lakukan kedepan? Disaat kumpulan perwakilan hanya menghitung jangka 5 tahunan. Ketika keputusan tidak jelas arah dan tujuan. Hanya dengan mengasah kewarasan kita bisa menaruh sebuah harapan. Pikiran hanya akan menjadi pikiran apabila tidak mau dibantah dan diucapkan.

Pasti semua ada masa berakhir dan tentu ada hari akhir, maka kuatkanlah diri untuk tidak berhenti pada hari ini dan mungkin lusa nanti. Waktu akan menciptakan suasana dan waktu bisa pula dipercakapkan.

Kebahagiaan akan mendorong kita ingin memperlambat waktu, namun kesedihan cenderung mencambuk kita untuk mempercepat peredaran waktu.

Kita tidak boleh hanya fokus pada hal-hal negatif, jika tidak ingin kehilangan beberapa kesempatan. Mulailah merumuskan pikiran, menguji argumentasi sanggahan dan hasilkanlah sebuah kemungkinan.

Read more...

Friday, January 28, 2022

MERAH MUDA

January 28, 2022 0


Dini hari waktu 00:00 aku mengirimkan gambar berwarna merah muda yang berisikan ucapan selamat kepadanya. Tak selang berapa lama terhitung tujuh belas menit, ia pun melihatnya entah kenapa ia masih terjaga. Mungkin sedang menunggu waktu untuk hari istimewanya.

Aku yakin aku tak bernama di kontak halamannya, hanya deretan angka di kotak percakapannya. Mungkin dia bingung aku ini siapa dan langsung menghapusnya. Harapan besar menanti balasannya namun tak urung jua aku mendapatinya. Walaupun begitu aku berterima kasih kepadanya bahwa berkat wajah dan auranya aku melewati bulan itu dengan mulai menuliskannya.

Ke esokan harinya berjalan seperti biasa masih dengan warna yang sama merah muda yang tak mengurangi rasa syukur kepada-Nya.

Aku masih teringat kejadian semalam. Entah bisikan dari siapa aku pun tidak paham, kenapa aku berinisiatif untuknya dan berani melakukannya. Yang aku percaya hanyalah Dia Sang Penguasa segalanya. Betapa indah bidadari putri terakhirnya yang senantiasa menjaga jiwa raga dan rutin merawatnya. 

Hanya doa terbaik yang bisa aku berikan kepadanya, bukan mendoa untuk hidup bersama namun menyambungkannya dalam ikhtiar yang berbeda. Mungkin semua bisa menjadi tonggak kebebasan untuk mengawali apa yang belum pernah aku lakukan dengan mencatat nota - nota kata di setiap harinya. Atau akan menjadi energi tambahan untuk sebuah harapan. Semoga Tuhan menyertai langkahnya.

Read more...

Thursday, January 27, 2022

SUARA KOSONG KETIDAKTAHUAN

January 27, 2022 0



Dunia butuh suara untuk melepas kesunyian. Sebuah kesedihan bisa jadi akan membuat sebuah kebahagiaan bagi yang lainnya pun sebaliknya. Sebuah pembicaraan yang bertele - tele kita anggap tidak ada gunanya. Apakah ada yang diciptakan Tuhan itu sia - sia?

Otoritas Tuhan memang tidak bisa dipertanyakan. Tetapi semua bergantung pada penerimaannya, baik buruk keadaan akan berdampak pada cara penyikapannya. Suatu obrolan akan menjadi kosong apabila tidak diisi dengan pemaknaan.

Kita pernah mendengar bahwa suara yang sejati adalah suara Tuhan. Sedangkan rangkaian kata dan kalimat belum tentu kebenarannya, karena terdapat bias - bias dalam pemaknaannya.

Suara akan selalu benar meskipun fals terdengar ditelinga. Semakin banyak kata - kata semakin menjauhkan jarak dengan-Nya. Kita akan tersesat ketika tidak menjadi diri yang Tuhan telah ciptakan kepada hamba-Nya. Mungkin potensi dan aktualisasi kita berbeda, namun tiada wujud kecuali yang esa.

Teruslah belajar dan sama - sama belajar. Manusia membutuhkan ketidaktahuan untuk mulai belajar. Tidak ada kebodohan maupun kepandaian, orang bodoh akan belajar dari orang pintar pun sebaliknya.

Jika kita ingin pandai maka mengajarlah, karena sebelum mengajarkan suatu hal pastinya kita akan belajar. Sesungguhnya yang kita ketahui adalah cahaya dan ketidaktahuan adalah proses terbenamnya cahaya.

Kecenderungan manusia akan bertemu pada titik yang sama. Kebaikan murni akan bersua dengan kebaikan. Cinta dan permusuhan hanyalah romantisme belaka. Semua yang ditakutkan pasti akan terjadi, entah kapan tiba masanya. 


Read more...