Iman tumbuh dan berkembang dengan bertitik-tolak wahyu, sedangkan ilmu tumbuh dan berkembang karena rasionalitas. Sungguh, kemampuan intelektual, atau ilmiah merupakan kelebihan utama manusia atas makhluk-makhluk yang lain, sehingga ia memperoleh kehormatan diangkat sebagai khalifah Tuhan di bumi dan membuka kemungkinan bagi manusia untuk memahami lingkungan hidupnya baik yang natural maupun sosial.
Dengan titik-tolak dari budi luhur yang terbit dari fitrah kemanusiaan yang suci dan diperkuat serta disempurnakan oleh rasa dan penghayatan ketuhanan, maka manusia membangun manusia dan bumi ini untuk menciptakan kualitas-kualitas hidup yang disebut kabahagiaan.
Tetap ada kemungkinan bahwa orang yang lebih rendah prestasinya akan mencapai tingkat kehidupan ruhani yang lebih tinggi daripada yang lebih pandai atau, dan begitu pula sebaliknya.
No comments:
Post a Comment