Kesejatian hidup di akhirat ialah yang benar adalah benar, dan yang palsu adalah palsu. Tidak ada lagi pengaburan penilaian oleh keinginan subyektif manusia, dan manusia dapat melihat serta merasakan hakikat segala sesuatu. Dan apabila ia merasakan kebahagiaan, sifat kebahagiaan hidup di akhirat adalah sejati, mutlak. Demikian pula sebaliknya, jika ia harus mengenyam kesengsaraan.
Yang dimaksud bunuh diri ialah tak berdayanya untuk setidaknya bertahan karena ketidakmampuan intelektual para pemimpin dalam menghadapi dan menjawab tantangan gelombang masa depan yang melanda.
Setiap paham, atau ide, akan menentukan bentuk-bentuk watak sosial para pengikutnya. Dan watak sosial itu akan memberi warna kepada tindakan dan tingkah laku hidupnya, yang selanjutnya akan memberikan arah kepada jalan nasibnya.
No comments:
Post a Comment