Wednesday, January 26, 2022

#

MENGASUH DIRI SENDIRI


Berhentilah memiliki hati yang selalu berprasangka buruk kepada orang lain, karena kita tidak dapat menyimpulkan dan mengenal pribadi seseorang hanya dengan potongan kata, caption gambar dan isi video yang beberapa detik saja.

Penciptaan isi semesta dimulai dari • benda • benda bergerak • tumbuh • berdarah daging • berpikir. Selama ini kita menganggap mengenal secara utuh sejatinya para makhluk, namun terkadang kita malah terjebak seolah - olah memahami mendalam tentang apa itu manusia, tetapi sebenarnya yang terjadi adalah sebaliknya.

Tuhan seringkali membuat banyak adegan yang suka kebetulan dan kita tidak tahu sunnatullah apa yang sedang bekerja. Biarkanlah manusia tumbuh dan berkembang di tempat yang tepat. Maka janganlah mudah mengadili dan menghakimi pribadi, karena bisa jadi peran sosial seseorang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan peran kita sendiri di dunia.

Seiring waktu berjalan, kita sangat sepi akan  pengenalan diri kepada sesama manusia, apalagi kepada diri sendiri. Pernahkah kita membaca diri sendiri?

Bagaimanapun setiap diri itu penting dan semua yang tercipta adalah bagian penting dalam perjalanan kehidupan kita di bumi. Ingatlah, tidak ada yang tidak dijamin oleh Tuhan. Maka mulailah membaca. Pembacaan diri akan memunculkan keaslian kita dan menumbuhkan rasa cinta.

Kita berada di tengah dunia manusia yang masih mendidikan saling bersaing satu sama lain dan mendorong penyeragaman dikala banjir informasi yang kian terbuka namun, cara belajar kita yang masih tertutup. Sumber daya kita jelas sangat berbeda dan tidak cocok untuk bisa menyalin pola barat maupun timur.

Sudah selayaknya perkembangan teknologi ini juga diimbangi dengan hal - hal yang bijaksana. Tetapi sistem apapun yang kita jalani pasti akan ada contoh gagal dan berhasilnya dan masalah apapun tidak bisa dipecahkan dengan cara berpikir yang sama ketika kita membuat masalah tersebut.

Beberapa tahun sudah kita mencoba menemukan diri, namun tak kunjung juga mendapati. Ketika yang kecil menjadi dirinya sendiri, semoga esok perubahan bisa terjadi. 

Kita tidak boleh semena - mena terhadap siapapun, karena setiap manusia tidak pernah merasa mengenal siapapun. Janganlah mudah berprasangka terhadap orang biasa yang biasa, karena kita tidak benar - benar tahu siapa dibelakang yang mendidik dan menjadi pengasuhnya.

No comments:

Post a Comment