Friday, September 26, 2025

Berubah Selama Masih Ada Waktu

Dahulu kala, di sebuah kota kecil yang dikelilingi oleh ladang-ladang gandum yang luas, hiduplah seorang pria bernama Arion. Arion dikenal sebagai seorang penunda ulung. Ia selalu berkata, "Ah, masih ada waktu. Biarkan waktu yang membawa perubahan."

Suatu pagi yang cerah, Arion duduk di beranda rumahnya, menyeruput kopi hangat. Ia melihat ke arah ladang gandumnya yang mulai menguning. "Sebentar lagi panen," pikirnya. "Nanti saja aku siapkan alat-alatnya."

Namun, Arion tidak tahu bahwa di balik awan yang membayangi, seekor naga bernama Chronos sedang terbangun dari tidurnya yang panjang. Chronos adalah naga waktu, yang setiap seribu tahun sekali akan menyemburkan api yang membakar semua yang ada di bumi, membersihkannya untuk memulai siklus baru.

Ketika Chronos terbangun, sayapnya mengepak, menciptakan angin kencang yang bertiup ke seluruh kota. Arion terkejut. Kopi di tangannya tumpah, dan ia melihat ke langit. Sesosok bayangan raksasa melintas di atasnya.

"Apa itu?" gumamnya, matanya membelalak.

Chronos mendarat di tengah ladang gandum, mengeluarkan raungan yang mengguncang bumi. Arion panik. Ia berlari ke dalam rumah, mencari tempat berlindung.

Namun, Chronos tidak datang untuk menghancurkan. Ia datang untuk memberi peringatan. Dengan suara berat, Chronos berkata, "Manusia, kalian selalu menunggu. Menunggu waktu berubah, padahal kalian adalah penguasa waktu. Kalianlah yang harus menciptakan perubahan."

Arion, yang mengintip dari balik jendela, mendengar perkataan Chronos. Ia merasa malu. Selama ini, ia selalu menunggu. Menunggu ladang gandumnya tumbuh sendiri, menunggu waktu yang tepat untuk memperbaiki atap rumahnya yang bocor, menunggu segalanya terjadi tanpa usaha.

Chronos kemudian menyemburkan api ke langit, menciptakan hujan meteor yang indah namun menakutkan. Setiap meteor yang jatuh, Arion merasa seolah-olah waktu sedang berputar mundur, memberinya kesempatan kedua.

Arion pun bertekad untuk berubah. Ia keluar dari rumahnya, mengambil sabit dan mulai memanen gandumnya. Ia bekerja tanpa henti, bahkan ketika meteor masih jatuh di kejauhan. Wajahnya penuh keringat, namun hatinya dipenuhi semangat yang membara.

Chronos melihat perubahan Arion. Sang naga tersenyum, lalu terbang kembali ke langit, menghilang di balik awan.

Sejak hari itu, Arion menjadi orang yang berbeda. Ia tidak lagi menunggu. Ia adalah pembuat perubahan. Ladang gandumnya selalu terawat, rumahnya selalu bersih, dan ia selalu menjadi yang pertama membantu tetangganya.

Arion akhirnya memahami bahwa waktu adalah anugerah, bukan beban. Waktu tidak akan berubah dengan sendirinya. Kitalah yang harus mengubahnya, dengan setiap tindakan, setiap keputusan, dan setiap langkah yang kita ambil.

Jadi, menunggu waktu untuk berubah, atau berubah selama masih ada waktu? Jawabannya jelas: berubah selama masih ada waktu. Karena waktu tidak akan pernah menunggu kita.

No comments:

Post a Comment