KEGEMBIRAAN TIDAK BISA DI TUNDA
Kita sedang berada pada suasana ketidakpastian, kehilangan orientasi tantangan ke masa depan. Ketidakjelasan informasi mengakibatkan kaburnya esensi.
Keresahan dan ketidakadilan seharusnya dijawab bukan ditutupi dengan narasi. Pro-kotra mungkin akan terus terjadi, memuji dan mencaci sudah pasti. Apalagi yang sedang berseberangan dengan kekuasaan hari ini.
Bagaimana caranya itu semua tidak mengakibatkan pembelahan terhadap masyarakat itu sendiri? Apakah kita akan tersisih dari keinginan untuk hidup bersama suatu saat nanti?
Perselisihan narasi diselesaikan dengan saling lapor-melaporkan. Media yang tidak menginformasikan substansi agar kita bisa memahami setelah proses pengendapan. Hanya demi sensasi, seakan tidak memperdulikan dampak dan etika penyampaiannya tidak lagi diperhatikan.
Mungkin hidup kita sudah jenuh dengan kecurangan, ditipu oleh kepalsuan dan pencitraan. Adanya arogansi kepentingan yang memecah belah persaudaraan.
Kegembiraan memang tidak bisa ditunda, memakmurkan kehidupan adalah sebuah cita-cita. Namun apa daya, kita tidak mempunyai kekuatan untuk melawannya.
Ketika kekuasaan sama dengan memiliki seluruhnya, dibenaknya hanyalah kepentingan semata. Membagikan tanah kepada pengurus besar sebagai sinyal untuk menarik suara. Mereka yang berpikiran kritis mencoba dihentikan dengan bayaran sejumlah angka-angka.
Kebijakan yang tidak matang akan membuat kita terancam dan berpotensi adanya serangan. Jika suatu perjanjian tidak dikaji dengan kemapanan berpikir akan menimbulkan keresahan. Karena kesepakatan besar belum tentu saling menguntungkan bisa jadi hanya siasat untuk mendukung sebuah kepentingan.
Bersiaplah untuk kondisi terburuk bukan karena kita pesimis tetapi untuk menghadapi masa depan.
